Setelah libur sekian lama, ITBC akan kembali mengadakan latihan pada 2-3 Agustus 2008 yang merupakan persiapan untuk rekaman yang akan diadakan pada (kemungkinan besar) 10 Agustus.
Harap teman-teman mengulang kembali SEMUA lagu-lagu konser 2008.
Dalam kompetisi yang berlangsung di Gorizia, 7-13 July 2008, SUGINAMI GAKUIN KIKUKA FEMALE CHOIR, TOKYO, JAPAN, berhasil meraih juara umum dan berhak untuk tampil dalam European Grand Prix for Choral Singing 2009, bersama dengan APZ Univerze na Primorskem, KOPER, SLOVENIA (juara Varna) dan Alter Echo, LYON, FRANCE (juara Tours). Tiga grandfinalis lainnya akan ditentukan di Debrecen (Agustus), Arezzo (September) dan Tolosa (November).
Pemenang di setiap kategori beserta dengan daftar lagunya bisa dilihat di bawah ini.
I Categoria Polifonia Programma Storico (Historical Programme)
1 Sofia Vocalensemble, Sweden
Claudio Monteverdi Ecco mormorar l’onde
Joseph Rheinberger Abendlied
Alfred Schnittke Bussplame X
2 University of the East Chorale, Philippines
Andreas Hakenberger Exultate justi in domino
Anton Bruckner Virga Jesse
John Augustus Pamintuan Crucifixus
3Chœur de chambre du Maine, France
Clément Janequin La guerre (La bataille de Marignan)
Johannes Brahms Der Gang zum Liebchen
Yue Ai Tuo ling
4 Leioa Kantika Korala, Spain
Hans Leo Hassler Cantate Domino
Gabriel Fauré Tantum ergo
Albert Alcaraz Laminak
5 Kulturno Društvo Komorni Zbor Krog (Slovenia)
Giovanni Pierluigi da Palestrina Tu es Petrus
Felix Mendelssohn-Bartholdy Er hat der Sonne eine Hütte gemacht
Ambrož Čopi Exsultate Deo
II Categoria Polifonia Programmi Monografici (Monographic Programme)
IIa CATEGORIA (Renaissance)
No winner
IIc CATEGORIA (Romantic)
Sofia Vokalensemble, Sweden
Johannes Brahms Warum ist das Licht gegeben
Edvard Grieg Hvad est du dog skjön from Fire Psalmer
Charles Stanford Beata quorum via, op.39
Sergej Rachmaninov Blazhén muzh, op. 37, 3
IId CATEGORIA (Contemporary)
Suginami Gakuin Kikuka Female Choir, Japan
József Karai Hodie Christus natus est
József Karai Virágsirató
Ko Matsushita Ikimono no Uta
Ko Matsushita Kotoba-asobi Uta
III Categoria Canti Tradizionali eMusica Popolare (Folklore and Popular Music)
1Suginami Gakuin Kikuka Ensemble Mixed Choir, Japan
Foto di atas termuat di Programme Book World Choir Games Graz yang akan berlangsung minggu depan (satu halaman penuh bo).
PS. Buat NDC, siap-siap aja bawa bolpen kalo jalan-jalan di Delft, takut ada yang minta tanda tangan Secara banyak choir Belanda yang ikut WCG tahun ini.
ga terasa sudah lebih satu tahun sejak blog ini pertama diluncurkan
sudah 2 konser ITB Choir yang dilewati
sudah puluhan lagu yang dipelajari
dan sudah lebih 10,000 kunjungan ke blog ini
walau pun pada awalnya blog ini dibuat sebagai media komunikasi ITBC, tapi ternyata banyak juga “orang luar” yang mengakses… hehe…
so stay tune for our next projects:
ITBC Cultural Tour 2009 dan our first *real* CD recording in 2009 (sshhh… masih rahasia katanya…)
Oya, berikut dua comment yang “tertinggal” dari ITB Choir in Concert 2008
(komentar dibuat berdasarkan rekaman yang jelek itu… hehe…)
“Amor de Mi Alma” - Lovely, lovely.
“Hope, Faith, Life, Love” - simply I.N.C.R.E.D.I.B.L.E. !
Riki Rendradjaja (7378100) in California
Kayaknya pembentukan konsonannya emang yang nggak jelas, jadi rada susah ngertinya (di lagu Jokpin, red). Cuman pembentukan vokalnya sih lumayan. Tapi nggak tahu juga ding, Bahasa Indonesia kan konsonannya lain juga, kali kalo dengerin live lebih jelas.
Soprannya bagus. Tenornya menurut gue masih bisa ditingkatkan. Cuman secara keseluruhan sih bagus. Aku bukan mo ngritik komposisinya, cuman kayaknya yang 2 lagu pertama, lebih pas buat choir. Yang aku paling suka Hope, Faith, Love, Life. Gitu lho… Ben Setiawan IF’89 - Tenor (dulu Bariton)
Dirigen PSM-ITB 1992-1994
Member, Vancouver Cantata Singers
Here are some of the photos from ITB Choir in Concert 2008, taken by Kukuh and Kelvin. Kukuh was very kind to compile the photos into a photo clip, and he chose a perfect song for the first segment of the clip. The song resembles how I - and I’m sure many more - feel about PSM-ITB. Not just a place to sing, or learn to sing, but also a place where we meet life-long friends who stood by us no matter what.
So here’s the text of the song and the clip; and thank you Kukuh and Kelvin for all these marvelous photos
-rino
MA91 & MMA96 - Alto
courtesy of R. Kukuh (0816.535.844)
Family
by Lisa Ono
No matter where you are
At every bend in the road
Remember, near or far
You’ve got family to share your load
The trip may not be bliss
We laugh, we yell, and we cry
But I can tell you this
We will never ever say goodbye
And even if the weather changes on a dime
We always stand together - call me anytime
We can chase the thunder out of your sky
I promise you at least we’ll try…
So when your hope is gone
Just look around and you’ll see
We’re here to cheer you on
That’s what family was meant to be
So be happy that you’re stuck with me
‘Cause there’s nothing like a family
Kya kyaaaaaa, fantastic!! Aku salut banget deh. Thanx berat ya. Kalau aku mau kasih masukan tuh lebih banyak ke komposisinya sendiri daripada interpretasinya (baca : yang dodol tuh komponisnya). I learned a lot what NOT to do kalau aku mau nulis Jokpin no.2 deh, or other future works utk paduan suara. Aku kayaknya akan revisi beberapa hal, sedikiiit aja. Tapi aku juga tunggu masukan dari Mas Indra dkk semua.
Emang sih kualitas suara recordingnya rada … hmm … , jadi aku gak akan komentar soal beberapa chords2 yg AGAK fals, soalnya mungkin itu hanya recordingnya aja. Yg paling penting tuh form dari karya tsb nyampe ke publik, yaitu penyambungan blok-blok musik yg harusnya nggak ada hubungan satu sama lain. Ini yang selalu paling sulit di dalam musikku (utk paduan suara kek, utk piano kek, opera kek…) karena ini menyangkut tempo, tangganada, karakter yg tiap kali sangat berbeda. Jadi, penonton itu bisa denger satu karakter musikal, belum puas eh udah ganti lagi, eh ganti lagi. Dan biasanya pendengar tuh susah untuk “get it” pada pendengaran pertama. Seperti yg aku selalu bilang, musikku tuh tambal sulam, tapi harus nyambung semua, kayak Picasso atau Dali tapi dimusikkin, gitu. Dan itu nyambungnya semua udah bagus, KECUALI :
bar 22 : “perut kena tendang” itu harusnya nggak boleh ritardando, karena efeknya jadi hilang di “bayi matahari”. Waktu kalian menyanyikan bayi matahari itu harus sangat diganti karakternya (pp dan sangat romantic & melodius, gitu), dan kalau kalian bikin ritardando di “perut kena tendang” jadinya itu karakter udah keduluan. Jangan! Perut kena tendang tuh tetep harus ritmis. Crescendo aja (udah baguus!), tapi jangan ritardando. Harus bener2 kaku.
Bagian terakhir “tidak mabuk!” terus ke dang dang duut. Ini special buat Mas Indra: hati2 Mas, fermata hanya di not terakhir, tapi TIDAK ADA FERMATA di tanda istirahatnya. Silence ini harus sangat pendek (1 ketuk, dan lagi udah speed “dang dang” — ini aku harus betulin di partitur nih, bhw tempo yg baru mulai dari ketukan terakhir di bar “tidak mabuk”). Conductnya adalah dgn cara meng-”cut” suara tsb sebagai ketukan terakhir. Rada susah ya .. he he.. tapi jadi bisa lebih nyambung.
“tabah tabah tabah” di ending : mungkin hanya recordingnya, tapi aku nggak begitu denger crescendo nya ya … he he … Juga, tanda istirahat pas sebelum “Tabah tabah..” rada sedikiiiiiiit kepanjangan.
Resume : it’s really great dalam interpretasi, tapi masih ada masalah nyambung2 yang kurang akurat. Si tukang nyambung ini udah ngukur proporsinya tiap sections, dan cara menyambungnya kok. Jadi tinggal harus bener2 akurat aja.
Soal tempo, udah ok. Aku kira “dang dut” itu hanya masalah terlalu “kaku” aja, belum flowing. Juga “apa nama jalan” sih kayaknya temponya sedikiiiiit kelambatan sehingga “ketegangan”nya kurang (tapi mungkin kalau diliat “live” udah ok). Biasalah, world premiere. Ntar kalau udah ke 3 atau 4 kalinya nyanyi, udah lebih mulus, gitu, karena kalian udah lebih hafal & ngerti musiknya. Juga soal nyanyi di beberapa tempat yg nggak bareng2, itu emang jauh lebih fatal akibatnya di musik2 yg ritmis gini, soalnya ketauan banget … Lagi2, itu mah masalah latian dan kebiasaan.
But overall, aku kagum banget. Super, hiper BRAVO!! Aku tau ini nggak gampang, dan para penyanyi tuh bukan musikus2 yg jebolan konservatorium. Jadi pasti lebih sulit dari yg kubayangkan.
In Varna (Bulgaria), a first edition of this year’s GRAND PRIX competitions has ended. On Saturday, 10th May 2008 the Academic Mixed Choir from the University of Primorska (Koper, Slovenia) with conductor Ambrož Čopi, was awarded the first prize of the competition, thus becoming the first choir to be nominated to compete in the European Grand Prix Competition for Choral Singing in Tours (France) on 30th May, 2009.
Programme, sung during the Grand Prix Varna 2008 competition on 10th May, 2008:
Felix Mendelssohn Bartoldy (1809 – 1847): JAUCHZET DEM HERRN ALLE WELT (Psalm 100)
Slovene folksong, arr. Stojan Kuret (1957- ): ZREJLO JE ŽITO
Damjan Močnik (1967- ): CHRISTUS EST NATUS
Aldo Kumar (1954- ): TURIST
In the other part of Europe…
From May 29 to June 1, 2008 21 choirs from 20 countries met in Tours, France for the second of this year’s European Grand Prix for Choral Singing contests. The results and Alter Echo, France is the second choir to be nominated to compete in the European Grand Prix Competition for Choral Singing in Tours (France) on 30th May, 2009.
COMPETITION RESULTS
Grand Prix TOURS 2008 / GRAND PRIX DE LA VILLE DE TOURS winner is:
Alter Echo, LYON, FRANCE
Conductor: Alain LOUISOT
CATEGORY 1 - MIXED CHOIRS
FIRST PRIZE: Alter Echo, LYON, FRANCE
Conductor: Alain LOUISOT
THIRD PRIZE: Capella of Calvin College, GRANDS RAPIDS, U.S.A.
Conductor: Joël NAVARRO
THIRD PRIZE: UPS Ambassadors, QUEZON CITY, PHILIPPINES
Conductor: Edgardo MANDGUIAT
CATEGORY 2 - EQUAL VOICES - NO PRIZE(S) were awarded in this category!
CATEGORY 3 - MIXED VOCAL ENSEMBLES
THIRD PRIZE Choeur de Chambre Khreschatyk, KIEV, UKRAINE
Conductor: Pavlo STRUTS
THIRD PRIZE: Hljomeyki Chamber Choir, REYKJAVIK, ISLANDE
Conductor: Magnus RAGNARSSON
CATEGORY 4 - FREE PROGRAMME
SECOND PRIZE: Alter Echo, LYON, FRANCE
Conductor: Alain LOUISOT
THIRD PRIZE: Capella of Calvin College, GRANDS RAPIDS, U.S.A.
Conductor: Joël NAVARRO
THIRD PRIZE:UPS Ambassadors, QUEZON CITY, PHILIPPINES
Conductor: Edgardo MANDGUIAT
THIRD PRIZE: Choeur de Chambre Khreschatyk, KIEV, UKRAINE
Conductor: Pavlo STRUTS
Indonesia's oldest university choir that based at Institut Teknologi Bandung, awarded two gold and four silver medals in the last two World Choir Games (Choir Olympics)